Senin, 06 Juni 2011

PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP MASYARAKAT MODERNISASI KEBUDAYAAN PADA MASYARAKAT DESA


PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP MASYARAKAT
MODERNISASI KEBUDAYAAN PADA MASYARAKAT DESA
Tugas Artikel
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Antropologi Pendidikan
Yang dibina oleh Bapak Lasi Purwito

                                                                                                                             

Oleh :

Yunita Anggraeni   100141400146
                                         




 








FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Maret 2011


Dalam perkembangannya masyarakat pedesaan tidak terlepas dari jaringan sosial,ekonomi,politik,budaya dan lainnya,dengan masyarakat di luar lingkungan-nya.Jaringan tersebut telah membawa banyak perubahan kareana dalam jaringan tersebut dilakukan terus menerus akan menghadirkan nilai baru dan hal baru yang berasala dari luar komunitas masyarakat desa.

A.    MODERNISASI KEBUDAYAAN
a)      Modernisasi
Modernisasi adalah suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat di berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa modernisasi adalah proses perubahan dari cara-cara tradisional ke cara-cara baru yang lebih maju dalam rangka untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sebagai suatu bentuk perubahan sosial, modernisasi biasanya merupakan bentuk perubahan sosial yang terarah dan terencana.
Fenomena modernisasi muncul akibat adanya kontak langsung dari budaya luar sebagai akibat dari terjalinnya hubungan antara kota (corak modern) dan desa (corak tradisional).Interaksi yang terjadi secara terus menerus dampak yang terjadi banyak dirakan oleh masyarakat desa.Hasil dari semua itu adalah masuknya penggetahuan-pengetahuan dan pengalaman baru yang semakin luas.Dan bukti-bukti itu dapat dilihat dari pola pergaulan,pembicaraan dan kemungkinan-kemungkinan tekhnologi yang dapat digunakan.
Faktor penting dalam modernisasi adalah terjadinya perubahan dalam masyarakat. Modernisasi tidak akan terjadi jika perubahan dalam masyarakat tidak terjadi. Perubahan pada hakekatnya adalah dinamika kehidupan bagi manusia sebagai makhluk Tuhan maupun makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk sosial selalu melakukan interaksi untuk saling memenuhi kebutuhan dalam rangka kelangsungan hidupnya. Perubahan dapat terjadi akibat interaksi yang dilakukan oleh individu baik direncanakan maupun tidak.
Model pengembangan dengan perencanaan partisipatif banyak menarik minat bagi pengembang masyarakat, karena model pengembangan tersebut menitik beratkan pada kebutuhan masyarakat. Sementara pengembangan yang didasarkan perencanaan dari atas banyak mengandung kelemahan dan mendapat kritikan, karena pengembangan tersebut hasilnya kurang dapat dirasakan oleh masyarakat yang dikembangkan.
Modernisasi pada hakikatnya merupakan proses perubahan atau pem- baharuan. Pembaharuan mencakup bidang-bidang yang sangat banyak. Bidang mana yang akan diutamakan oleh suatu masyarakat tergantung dari kebijaksanaan penguasa yang memimpin masyarakat tersebut (Soekanto, 1990:386).

b)     Syarat-syarat Modernisasi
Modernisasi adalah suatu proses yang bersifat mencegah (preventif) dan membangun (konstruktif) agar proses-proses perubahan,termasuk perubahan nilai dan norma masyarakat tersebut,dapat memproyeksikan kecenderungan yang ada dalam masyarakat pada masa yang akan datang.Untuk itu diperlukan syarat-syarat sebagai berikut :
1)      Cara-cara berfikir ilmiah yang melembaga dalam kelas-kelas penguasa dan masyarakat pada umumnya.Lembega-lembaga itu adalahsekolah dan perguruan tinggi yang baik.
2)      Sistem administrasi yang baik dan  jauh dari KKN,serta semangat kerja yang tinggi
3)      Sistem pengumpulan data yang baik.teratur dan trorganisir.
4)      Menciptakan masyarakat yang kondusit dengan jalan mengmbanagkan berbgai media komunikasi.
5)      Kedisiplinan yang tinggi tretapi tidak melanggar HAM  warga Negara.
6)      Kesamaaan cara pandang tentang perubahan,sseperti apa yang diinginkan dan harus dikendalikan secara terpusat dalam suatu kelompok masyarakat.

c)      Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta buddhayah,yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal.Dengan demikian,kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal budi.Kata kebudayaan dalm bahasa inggris diterjemahkan dengan istilah culture dan dalam arti bahasa Belanda disebutt cultuur,Kedua arti ini beraal dari bahasa latin colere yang berarti mengolah,mengerjakan,menyuburkan, dan mengembangkan tanah (bertani).Dengan demikian,culture atau cultuur berarti segala daya upaya dan kegiataan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
Melville J.Herkovits memandang kebudayaan sebagai suatu yang superorganic karena dapat diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi dan tetap hidup walaupun orang-orang yang menjadi anggota masyarakat senantiasa berganti.Tokoh lain juga ikut berpendapat,Edward B.Taylor melihat kebudayaan sebagai hal kompleks yang mencakup pengetahuan,kepercayaan,keseni-an,moral,hukum,adat istiadat,kemampuan-kemampuan,kebiasaan-kebiasaan atau semua hal yang dimiliki manusia sebagai anggota masyarakat.
Selo Soemardjan da Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya rasadan cipta masyarakat.Dapat ditarik kesimpulan dri berbagai opini tokoh-tokoh besar di atas kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan,tindakan,dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia sendiri dari belajar dari sekelilingnya dengan melalui sebuah proses.

B.     MASYARAKAT DESA
a)      Konsep Desa
Desa merupakan suatu kesatuan hokum,dimana bertempat tinggal suatau masyarakat yang berkuasa dan mengadakan pemerintahan sendiri (Yulianti & Poernomo,2003;23).Desa terjadi bukan dari satu tempat tinggal saja namun dari satu induk desa dan beberapa kediaman.Sebagian dariman hokum yang terpisah merupakan kesatuan tempat tinggal tersendiri,seperti kesatuan pendukuhan,kampong,cantilan,beserta tanah pertanian,tanah perikanan darat,tanah hutan dan tanaj belukar (Inayatullah,1977)
Desa berasal dari dari bahasa India yaknti swadesi yang berarti tempat asal,tempat tinggal,negeri asal atau tanah leluhur yang menunjuk kepada suatu kesatuan hidup dengan satu kesatuan norma,serta memiliki batas yang jelas (Yulianti &Poernomo 2003:23).Roucek dan Warren (1984) mendefinisikan desa sebagai suatu bentuk yang diteruskan antara penduduk desa yang biasanya merupakah tokoh masyarakat dan memegang peran sebagai pemimpin desa yang menyimpan aspirasi masyarakatnya.
Dengan demikian secara umum dapat disimpulan bahwa desa adalah stu bentuk pemerintahan paling kecil yang berdiri sendiri dan berhak untuk melaksanakan pemerinytahannya sendiri dan mengurusu urusan rumah tangganya sendiri dengan menggunakan perankat desa yang teridi dari kepala desa,sekertaris desa,kepala dusun dan kepala urusan.

b)     Hakikat Pedesaan
Umumnya sebagian penduduk pedesaan lebih memilih tinggal di dataran rendah pinggiran sungai dan hidup pada alam yang berada di pinggiran sungai tersebut.Semua ini di karenakan setiap warga desa yang dominan memiliki ekonomi menengah kebawah ingin mendapatkan fasilitas yang bebas dan muraan sumber penghidupan dan sarana transportasi.Fenomena seperti ini sangat sulit dipisahkan dari mereka karena sudah menggantungkan kepada kondisi ini dan juga telah membentuk suatu kawasan perekonomian bagi masyarakat desa.Sungai dan alam merupa.Alam telah menyediakan sumber-sumber makanan untuk segala sesuatu bagi kehidupan mereka,sekalipun bagi penduduk yang lemah (Mahathir 1985).Begitu juga dengan masyarakat pedesaan di Indonesia yang pada umumnya bersuku Melayu dan beragama Islam (Mubiyarto 1990).

C.    MODERNISASI KEBUDAYAAN PADA MASYARAKAT  DESA
Secara umum nilai-nilai kebudayaan dan norma-norma sosial yang selama ini membuktikan ketangguhan sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan hidup,tidak mudah yersisihkan oleh nilai-nilai ekonomi yang lebih mengutamakan keuntungan materi dari pada kepuasan spiritual (Budhisabtoso 1989)
Fenomena modernisasi dapat dilihat dari aspek pertanian indikator-indikator yang menyertainya,yakni penggunaan tenaga dalam produksi padi,usaha mengurangi biaya,sistem pengupahan buruh,sistem panen yang dipakai yaitu dengan derep atau pengupahan terbatas,adanya transaksi-transaksi yang di ukur dengan uang,kecakapan dalam menggunakan uang dan kebutuhan uang tunai (Suharto 2002:8)
Modernisasi muncul sebagai akibat langsung dari kontak budaya sebagai hasil dari membaiknya hubungan antara pusat (kota) yang mewakili corak modern dengan pinggiran (desa) yang mewakili corak tradisional.Kontak terjadinya secara terus menerus pada saat sekarang ini tidak hanya berposisi dua arah,yaitu antara kota dan desa namun telah mengalami perkembangan diman kontak dengan desa sekitar semakin intensif.
Modernisasi telah membawa pergeseran-pergeseran dalam kehidupan manusia baik dalam bidang ekonomi maupun dalam bidang sosial budaya.Pergeseran ini membawa dampak baru yang memunculkan masalah-masalah baru dalam masyarakat.Masalah itu pada sampai saat inimasih menjadi penyakit yang sangat kompleks di perkembangan kehidupan manusia di masa depan,hal itu seperti korupsi,kolusi,kemiskinan kota dan lingkungan yang tidak sehat dan sebagainya.
Modernisasi juga menunjukkan perubahan pada lembaga-lembaga pemerintahan.Diantaranya perubahan hubungan –hubungan kerja,perubahan hubungan kekeluargaan,dan perubahan hubunga komunikasi.Hubungan –hubungan kerja yang sedang berubah,dahulu pada masyarakat perindustrian produksi terdapat dalam unit-unit kekerabatan,pertanian sederhana adalah yang paling utama,industri-industri lainnya seperti keajinan tangan,hanya bersifat melengkapi pertanian,tetapi masih terikat pada kekerabatan dan desa.
Tak dipungkiri lagi era modernisasi mengajak sebagian masyarakat untuk memaksa diri mereka mengikuti arus perkembangan jaman yang semakin tak berbatas, lihat saja disekitar kita, setiap mal menawarkan diskon besar yang mengajak kita untuk mengikuti pola hidup yang konsumtif, atau lihat saja even-even setiap malam minggu di hotel-hotel berbintang atau music room yang menawarkan kepada masyarakat untuk berhura-hura dengan menawarkan produk-produk musik digital seorang Disc Jockey. Bukan tidak mungkin budaya seperti ini akan merusak mental kita sebagai masyarakat yang berbudaya.
Memang tak bisa disalahkan masuknya budaya luar memiliki dampak yang luar biasa kepada kebudayaan kita sendiri, akulturasi budaya luar menjadikan satu dimensi yang membuat sebagian masyarakat merasa menikmati seperti ini. Sangat disayangkan memang, ketika budaya dan tradisi kita mulai terkikis perlahan-lahan oleh budaya luar.
Suseno Hadi Parmono salah seorang pemerhati budaya di kota Solo, menjelaskan masyarakat harus bisa memilah dan memilih kebudayaan yang masuk, semua budaya luar akan masuk karena dampak dari era modernisasi jika kita tetap mau mempertahankan, paling tidak belajar memahami budaya kita sendiri, maka kita akan bisa melawan arus modernisasi yang terjadi sekarang ini.
Secara garis besar modernisasi juga membawa pengaruh yang sangat berperan aktif untuk perkembangan pedesaan.Pengaruh-pengaruh tersebut diantaranya ada dampak positif yang bermanfaat dan dampak negative yang tidak bermanfaat.
Dampak Positif dari modernisasi diantaranya :
·         Penerimaan secara terbuka (open minded)
Sikap ini merupakan langkah pertama dalam upaya menerima pengaruh modernisasi dan globalisasi. Sikap terbuka akan membuat kita lebih dinamis,tidak terbelenggu hal-hal lama yang bersikap kolot, dan akan lebih mudah menerima perubahan dan kemajuan zaman.
·         Mengembangkan sikap antisipatif dan selektif;
Sikap ini merupakan kelanjutan dari sikap terbuka. Setelah kita dapat membuka diri dari hal-hal baru, langkah selanjutnya adalah kita harus memiliki kepekaan (antisipatif) dalam menilai hal-hal yang akan atau sedang terjadi kaitannya dengan pengaruh modernisasi dan globalisasi. Sikap antisipatif dapat menunjukkan pengaruh yang timbul akibat adanya arus globalisasi dan modernisasi. Setelah kita mampu menilai pengaruh yang terjadi, maka kita harus mampu memilih (selektif) pengaruh mana yang baik bagi kita dan pengaruh mana yang tidak baik bagi kita.
·         Adaptif,
Sikap ini merupakan kelanjutan dari sikap antisipatif  dan selektif. Sikap adaptif merupakan sikap mampu menyesuaikan diri terhadap hasil perkembangan modernisasi dan globalisasi. Tentu saja penyesuaian diri yang dilakukan bersifat selektif, artinya memiliki pengaruh positif bagi si pelaku.

·         Tidak meninggalkan unsur-unsur budaya asli,
Seringkali kemajuan zaman mengubah perilaku manusia,mengaburkan kebudayaan yang sudah ada, bahkan menghilangkannya sama sekali. Kondisi ini menyebabkan seseorang/masyarakat kehilangan jati diri mereka, kondisi ini harus dapat dihindari. Semaju apa pun dampak modernisasi yang kita lalui, kita tidak boleh meninggalkan unsur-unsur budaya asli sebagai identitas diri. Jepang merupakan salah satu negara yang modern dan maju, namun tetap mempertahankan identitas diri mereka sebagai masyarakat Jepang.
Dampak Negatif dari modernisasi diantaranya :
·         Westernisasi
Westernisasi adlah suatu proses peniruan oleh suatu masyarakat atau Negara tetnag kebudayaan Negara-negara Barat yang dianggap lebih baik dari budaya sendiri.
·         Sekularisasi
Sekularisasi adalah suatu proses pembedaan nilai-nilai keagamaan (spiritual) dengan nilai-nilai kepentingan keduniaan (material).Jadi,sekuler adalah senmacam ideology yang menganggap bahwa hidup ini adalah semata-mata untuk kepentingan dunia.
·         Konsumerisme
Konsumerisme adalah suatu paham atau gaya hidup yang menggap barang-barang mewah adalah ukuran kebahagiaan,kesenangan dll.
·         Hedonisme
Hedonisme adalah suatu paham yang melihat bahwa kesenangan dan kenikmatan  menjadi tujuan hidup dan tindakan manusia.









DAFTAR RUJUKAN
·         Fattah,Sanusi,Jono Trimanto,Juli Waskito,Moh.Tauhit Setyawan.2008.Ilmu Pengetahuan Sosial.Jakarta:Pusat Perbukuan Departemen Nasional
·         Sy,Pahmi.2010.Perspektif Baru Antropologi Pedesaan.Jakarta:GP Press
·         Detik-detik Ujian Nasional Sosiologi SMA.2009.Klaten:Intan Pariwara
·         http://sosial.timlo.net/baca/90/budaya-hedonis-di-era-modernisasi-dampak-dari-akulturasi-budaya-luar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar